Kalsel Banjir, Puluhan Kucing Banjarmasin Terlantar Diselamatkan: Kami Bawa ke Pengungsian
Monday, January 18, 2021
Edit
Bencana banjir melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa hari terakhir.
Tak hanya manusia, binatang peliharaan seperti kucing pun turut menjadi korban.
Untunglah ada relawan yang berinisiatif untuk turut mengevakuasi para kucing ke pengungsian.
Perbuatan mulia ini dilakukan oleh evakuator banjir bernama Fajar Rohmat.
Dalam wawancara unggahan YouTube kalselsatu, Minggu (17/1/2021), Fajar mengevakuasi kucing dari Kompleks Semanda Banjarmasin.
Kucing-kucing akan dibawa ke tempat yang lebih tinggi.
Para kucing itu banyak yang ditinggalkan oleh pemiliknya yang terlebih dahulu sudah pindah ke pengungsian.
Fajar mengaku tidak tega melihat kucing-kucing itu tidak ada yang memberi makan.
"Kasihan lihat kucingnya kan di rumah-rumah warga enggak ada yang kasih makan, jadi diselamatkan di pengungsian," ungkap Fajar.
Fajar mengaku tidak memiliki tim khusus dan hanya dibantu warga secara sukarela.
Ia mengangkut puluhan kucing dari berbagai jenis dan usia dengan menggunakan perahu getek.
"Enggak ada (tim khusus), cuma gabungan warga-warga saja, untuk membantu warga yang sedang terkena musibah banjir," kata Fajar.
Diakui Fajar, beberapa kucing yang ia evakuasi berdasarkan amanah dari warga yang mengungsi.
"Di rumah warga, diamanahkan (untuk dievakuasi) di tempat yang tinggi," ujarnya.
Kabarnya, para kucing dievakuasi ke gedung SMK Negeri 3 Banjarmasin.
Nantinya, hewan-hewan lucu itu akan diberi makan dan dirawat.
Bahkan pihak Fajar juga sudah membuka donasi untuk biaya perawatan kucing itu.
Warga Mengungsi di Kandang Ayam
Sejumlah pengungsi korban banjir di Kalimantan Selatan memilih untuk menempati kandang ayam.
Hal ini dilakukan oleh puluhan warga Kecamatan Kurau yang menempati kandang ayam kosong di Desa Pulausari, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanah Laut (Tala).
Kabar warga menempati kandang ayam itu langsung dipantau oleh Bupati Tala H Sukamta.
Sukamta menyebut, para warga memang tidak mau dipindah ke tempat pengungsian.
"Mereka (pengungsi, red) tidak mau untuk dipindahkan," jelas Sukamta kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (16/1/2021).
Sukamta membeberkan, kandang ayam yang dipakai adalah kandang baru yang belum pernah dipakai.
Warga yang mengungsi di kandang ayam pun mengaku menempati kandang karena kenyamanan.
"Dan, rasa nyaman kami. Bukan karena keterpaksaan. Justru karena kami merasa sangat nyaman sehingga banyak tawaran yang mengajak kami semua untuk pindah, kami tetap memilih bertahan di sini," ucap Diana mewakili pengungsi lainnya.
